

Buat kamu yang punya bisnis makanan atau minuman, urusan label produk bukan cuma soal desain yang menarik. Ada aturan yang harus dipatuhi, terutama yang dikeluarkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Kalau sampai salah atau tidak sesuai, risikonya bukan cuma ditegur, tapi bisa sampai produk ditarik dari pasaran.
Masalahnya, masih banyak pelaku usaha yang menganggap label itu sekadar formalitas. Padahal, label makanan adalah sumber informasi utama bagi konsumen sebelum mereka memutuskan membeli. Di sinilah pentingnya memahami aturan label makanan sesuai standar BPOM terbaru.
Baca Juga: Apa Itu Label Makanan? Ini Fungsi dan Informasi Penting di Dalamnya
Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari informasi wajib pada label, cara penulisan komposisi, nomor izin edar, hingga risiko jika label tidak sesuai aturan.
Informasi Wajib pada Label Makanan
Setiap produk makanan yang beredar di pasaran wajib mencantumkan informasi tertentu pada labelnya. Informasi ini bukan sekadar pelengkap, tapi menjadi hak konsumen untuk mengetahui apa yang mereka konsumsi.
1. Nama Produk
Nama produk harus ditulis dengan jelas dan tidak menyesatkan. Artinya, nama yang digunakan harus benar-benar mencerminkan isi dari produk tersebut. Misalnya, jika produk tersebut adalah minuman rasa buah, maka tidak boleh ditulis seolah-olah itu adalah jus buah asli jika memang tidak 100% berasal dari buah.
Penulisan nama produk juga harus mudah dibaca dan tidak disamarkan dengan font yang sulit dikenali. Tujuannya agar konsumen langsung memahami jenis produk yang mereka lihat.
2. Daftar Komposisi
Komposisi adalah bagian penting yang menunjukkan bahan apa saja yang digunakan dalam produk. Informasi ini wajib dicantumkan secara lengkap, mulai dari bahan utama hingga bahan tambahan.
Komposisi biasanya ditulis dari yang jumlahnya paling banyak hingga paling sedikit. Hal ini membantu konsumen mengetahui kandungan utama dalam produk tersebut.
3. Berat Bersih atau Isi Bersih
Setiap produk wajib mencantumkan berat bersih (netto) atau isi bersih. Informasi ini menunjukkan jumlah produk yang sebenarnya didapatkan oleh konsumen, tidak termasuk kemasan.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ini Informasi Wajib yang Harus Ada di Label Kemasan Makanan
Penulisan harus jelas dan menggunakan satuan yang sesuai, seperti gram, kilogram, mililiter, atau liter.
4. Nama dan Alamat Produsen
Informasi mengenai siapa yang memproduksi produk tersebut juga wajib dicantumkan. Ini mencakup nama perusahaan serta alamat lengkapnya.
Tujuan dari informasi ini adalah agar konsumen mengetahui asal produk dan memudahkan proses penelusuran jika terjadi masalah.
5. Tanggal Kadaluarsa
Tanggal kadaluarsa menunjukkan batas aman produk untuk dikonsumsi. Ini adalah salah satu informasi paling krusial yang harus ada pada label.
Penulisannya harus jelas dan mudah ditemukan, karena berkaitan langsung dengan keamanan konsumen.
Penulisan Komposisi
Penulisan komposisi tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada aturan khusus yang harus diikuti agar informasi yang diberikan akurat dan tidak menyesatkan.
1. Urutan Bahan
Komposisi harus ditulis berdasarkan urutan jumlah bahan, dari yang paling banyak hingga yang paling sedikit. Ini adalah aturan dasar yang sering diabaikan oleh pelaku usaha.
Dengan urutan ini, konsumen bisa langsung tahu bahan utama dari produk tersebut tanpa harus menebak-nebak.
2. Penamaan Bahan
Nama bahan yang digunakan harus jelas dan sesuai dengan istilah yang umum dikenal. Hindari penggunaan istilah yang membingungkan atau terlalu teknis tanpa penjelasan.
Jika menggunakan bahan tambahan pangan seperti pengawet atau pewarna, sebaiknya dituliskan dengan nama yang sesuai standar agar lebih transparan.
3. Pencantuman Allergen
Jika produk mengandung bahan yang berpotensi menimbulkan alergi seperti susu, kacang, atau gluten, maka wajib dicantumkan dalam label.
Informasi ini sangat penting untuk melindungi konsumen yang memiliki kondisi tertentu agar tidak salah konsumsi.
Baca Juga: Apa Itu Label Kemasan? Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya
Nomor Izin Edar
Nomor izin edar adalah bukti bahwa produk sudah terdaftar dan mendapatkan persetujuan dari BPOM atau instansi terkait.
1. Fungsi Nomor Izin Edar
Nomor izin edar menunjukkan bahwa produk telah melalui proses evaluasi dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Ini juga menjadi tanda bahwa produk tersebut legal dan boleh diperjualbelikan.
Bagi konsumen, nomor ini bisa menjadi indikator kepercayaan terhadap suatu produk.
2. Jenis Nomor Izin Edar
Ada beberapa jenis nomor izin edar yang biasanya muncul pada produk makanan, seperti MD untuk produk dalam negeri dan ML untuk produk impor.
Setiap jenis memiliki arti dan fungsi yang berbeda, tergantung pada asal produk tersebut.
3. Penempatan pada Label
Nomor izin edar harus ditempatkan pada bagian yang mudah terlihat dan tidak tersembunyi. Tujuannya agar konsumen bisa dengan mudah mengecek legalitas produk.
Penempatan yang tidak jelas bisa dianggap sebagai pelanggaran.
Baca Juga: Bingung Bikin Label Makanan? Ini Contoh Label Kemasan yang Terbukti Menarik Pembeli
Risiko Jika Tidak Sesuai
Mengabaikan aturan label makanan bisa berdampak serius, baik dari sisi hukum maupun bisnis.
1. Sanksi dari Pemerintah
Jika label tidak sesuai dengan aturan BPOM, pelaku usaha bisa mendapatkan sanksi mulai dari teguran, denda, hingga pencabutan izin edar.
Dalam kasus tertentu, produk juga bisa ditarik dari peredaran.
2. Kehilangan Kepercayaan Konsumen
Label yang tidak jelas atau menyesatkan bisa membuat konsumen kehilangan kepercayaan. Sekali reputasi rusak, akan sulit untuk membangunnya kembali.
Padahal, kepercayaan adalah aset penting dalam bisnis makanan.
3. Potensi Masalah Hukum
Jika ada konsumen yang dirugikan akibat informasi label yang tidak akurat, pelaku usaha bisa menghadapi tuntutan hukum.
Hal ini tentu akan merugikan dari sisi finansial maupun reputasi bisnis.
Kesimpulan
Label makanan bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting dari tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen. Dengan mengikuti aturan BPOM terbaru, kamu tidak hanya memastikan produk aman dan legal, tetapi juga membangun kepercayaan di mata konsumen.
Mulai dari informasi wajib, penulisan komposisi, hingga nomor izin edar, semuanya harus diperhatikan dengan serius. Karena pada akhirnya, label yang jelas dan sesuai aturan bukan hanya melindungi konsumen, tapi juga melindungi bisnis kamu dalam jangka panjang.
Di Unilabel, kami siap membantu kamu dengan layanan lengkap mulai dari pembuatan custom label, digital printing, hingga kemasan produk berkualitas tinggi. Dengan teknologi terbaru dan bahan terbaik, hasil cetak kami tajam, tahan lama, dan siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Tidak perlu ragu, saatnya kamu tampil beda dari pesaing dengan kemasan dan label yang profesional dan menarik perhatian konsumen. Hubungi kami hari ini untuk mendapatkan penawaran terbaik, layanan cepat, dan konsultasi gratis
Ketahui informasi wajib dalam label produk agar sesuai regulasi dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Simak aturan label makanan sesuai BPOM agar produk Anda legal dan aman dipasarkan di Indonesia.
Pelajari cara mengukur diameter botol secara akurat agar ukuran label presisi dan tidak salah produksi.
Jangan salah cetak! Ini panduan lengkap ukuran label botol 500ml lengkap dengan tips desain dan pengukuran.
Panduan menentukan ukuran label botol 250ml agar presisi, proporsional, dan terlihat profesional saat dicetak.