

Bagi pelaku usaha makanan, kemasan sering kali jadi fokus utama. Namun, ada satu bagian yang kerap luput dari perhatian, padahal perannya sangat krusial: label kemasan makanan. Padahal, label bukan hanya soal tampilan, tetapi juga menyangkut keamanan produk, daya tahan kemasan, dan kepercayaan konsumen.
Tidak sedikit UMKM yang mengalami masalah seperti label mudah luntur, terkelupas, atau rusak saat terkena air dan minyak. Masalah-masalah ini sering kali bukan karena desain yang buruk, melainkan karena salah memilih bahan label.
Karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk memahami bahan label kemasan makanan yang aman dan tahan lama.
Kenapa Bahan Label Kemasan Makanan Tidak Bisa Asal?
Label kemasan makanan bersentuhan langsung dengan produk atau berada sangat dekat dengannya. Jika bahan label tidak sesuai, risiko yang muncul bukan hanya soal estetika, tetapi juga keamanan dan kualitas produk.
Dari sisi konsumen, label yang rusak atau terlihat murahan bisa menurunkan kepercayaan, meski rasa produknya sebenarnya enak.
Baca juga:
Apa Itu Label Makanan? Ini Fungsi dan Informasi Penting di Dalamnya
Sementara dari sisi produsen, salah pilih bahan label bisa menyebabkan biaya tambahan karena harus sering mengganti atau mencetak ulang.
Itulah sebabnya pemilihan bahan label kemasan makanan sebaiknya disesuaikan dengan:
7 Bahan Label Kemasan Makanan yang Umum Digunakan
Berikut ini tujuh bahan label kemasan makanan yang paling sering digunakan oleh UMKM dan brand makanan, lengkap dengan karakteristiknya.
1. Kertas Chromo
Kertas chromo merupakan bahan label yang cukup populer karena tampilannya mengilap dan hasil cetaknya tajam. Bahan ini cocok untuk makanan kering seperti snack, kue kering, atau produk rumahan yang tidak terkena air dan minyak.
Namun, kertas chromo kurang tahan terhadap kelembaban. Jika digunakan untuk produk basah atau berminyak, label bisa cepat rusak.
2. Kertas HVS
Label berbahan HVS memiliki tampilan yang lebih sederhana dan natural. Biasanya digunakan untuk produk makanan homemade atau brand yang mengusung konsep minimalis.
Kelemahannya, daya tahan kertas HVS relatif rendah. Bahan ini lebih cocok untuk penggunaan jangka pendek atau produk dengan distribusi terbatas.
3. Vinyl
Vinyl termasuk bahan label yang paling banyak direkomendasikan untuk produk makanan. Bahan ini tahan air, tahan minyak, dan tidak mudah sobek, sehingga cocok untuk berbagai kondisi penyimpanan.
Label vinyl sering digunakan pada produk saus, sambal, minuman, hingga frozen food. Dari sisi tampilan, vinyl juga memberikan kesan lebih premium dan profesional.
4. BOPP (Biaxially Oriented Polypropylene)
BOPP adalah bahan plastik yang aman untuk makanan dan memiliki daya tahan tinggi. Label BOPP tidak mudah luntur dan tetap menempel dengan baik meski terkena air atau disimpan di suhu dingin.
Baca Juga:
10 Contoh Stiker Makanan untuk Branding, Kemasan Jadi Lebih Menjual
Bahan ini banyak digunakan oleh brand makanan skala menengah hingga besar karena awet dan konsisten secara kualitas.
5. Thermal
Label thermal umumnya digunakan untuk kebutuhan informasi sementara, seperti tanggal produksi atau kedaluwarsa. Bahan ini sering ditemukan pada kemasan makanan siap saji atau produk dengan rotasi cepat.
Meski praktis, label thermal kurang cocok untuk branding jangka panjang karena cetakannya bisa memudar seiring waktu.
6. Label Foil
Label foil memberikan tampilan mengilap dan eksklusif. Biasanya digunakan sebagai aksen atau elemen premium pada kemasan makanan tertentu, seperti cokelat, kue premium, atau produk edisi khusus.
Dari sisi ketahanan, label foil cukup baik, tetapi biaya produksinya relatif lebih tinggi dibanding bahan lain.
7. Label Food Grade Khusus
Beberapa produsen menyediakan bahan label khusus yang telah disesuaikan dengan standar food grade. Bahan ini dirancang agar aman digunakan pada produk makanan, terutama untuk brand yang ingin meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pasar.
Meski harganya sedikit lebih tinggi, bahan ini cocok untuk UMKM yang ingin naik kelas dan memperluas distribusi.
Perbedaan Daya Tahan dan Kegunaan Setiap Bahan Label
Setiap bahan label memiliki keunggulan dan keterbatasan. Untuk makanan kering dengan distribusi singkat, label kertas masih bisa menjadi pilihan. Namun, untuk produk yang berpotensi terkena air, minyak, atau suhu dingin, bahan seperti vinyl atau BOPP jauh lebih direkomendasikan.
Baca Juga:
Ingin Produk Lebih Premium? Coba 10 Desain Stiker Botol Minum Ini
Dari pengalaman banyak pelaku usaha, investasi pada bahan label yang tepat sering kali justru lebih hemat dalam jangka panjang karena mengurangi risiko kerusakan dan cetak ulang.
Tips Memilih Bahan Label Sesuai Jenis Makanan
Agar tidak salah pilih, berikut beberapa tips praktis:
Bila masih ragu, berkonsultasi dengan penyedia jasa cetak label yang berpengalaman dapat membantu menentukan bahan paling sesuai dengan kebutuhan produk.
Penutup: Bahan Label yang Tepat Menjaga Kualitas dan Kepercayaan
Memilih bahan label kemasan makanan bukan hanya soal harga, tetapi soal fungsi, keamanan, dan citra produk. Label yang aman dan tahan lama akan menjaga tampilan produk tetap profesional hingga ke tangan konsumen.
Bagi UMKM, pemahaman tentang bahan label adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas kemasan secara keseluruhan. Dengan bahan label yang tepat, produk tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga lebih dipercaya dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Di Unilabel, kami siap membantu kamu dengan layanan lengkap mulai dari pembuatan custom label, digital printing, hingga kemasan produk berkualitas tinggi. Dengan teknologi terbaru dan bahan terbaik, hasil cetak kami tajam, tahan lama, dan siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Tidak perlu ragu, saatnya kamu tampil beda dari pesaing dengan kemasan dan label yang profesional dan menarik perhatian konsumen. Hubungi kami hari ini untuk mendapatkan penawaran terbaik, layanan cepat, dan konsultasi gratis
Ukuran label kemasan tak boleh asal. Berikut panduan ukuran label kemasan standar untuk produk agar tampil rapi.
Masih bingung pilih label kertas atau vinyl? Artikel ini membahas perbedaan, kelebihan, dan rekomendasi label kemasan
Banyak produk gagal menarik perhatian karena desain label yang keliru. Ini 9 kesalahan desain label kemasan untuk UMKM
Salah pilih bahan label bisa bikin kemasan rusak. Simak 7 bahan label kemasan makanan yang aman, kuat untuk UMKM.
Label kemasan bukan cuma soal desain. Kenali jenis-jenis label kemasan dan fungsinya agar produk UMKM