

Banyak pelaku UMKM sudah fokus mempercantik desain label. Warna dibuat menarik, logo diperbesar, bahkan finishing dibuat mengilap agar terlihat premium. Tapi ada satu hal yang sering luput diperhatikan: kelengkapan informasi pada label kemasan makanan.
Padahal, bagi konsumen, isi label jauh lebih penting daripada sekadar tampilan. Label adalah bentuk transparansi. Di sanalah pembeli mencari tahu apa yang mereka konsumsi, siapa produsennya, dan seberapa aman produk tersebut.
Dari pengalaman kami di Unilabel menangani berbagai jenis label kemasan makanan, kesalahan paling sering bukan di desain, melainkan di informasi yang tidak lengkap atau tidak disusun dengan benar. Dan ini bisa berdampak pada kepercayaan konsumen.
Lalu, apa saja sebenarnya informasi yang wajib ada di label kemasan makanan?
Kenapa Informasi pada Label Makanan Tidak Bisa Dianggap Sepele?
Label makanan bukan hanya alat promosi. Ia juga berfungsi sebagai identitas produk dan bentuk tanggung jawab produsen terhadap konsumen.
Konsumen saat ini semakin kritis. Mereka membaca komposisi, memperhatikan masa simpan, dan mengecek asal produk. Jika informasi tidak jelas atau tidak lengkap, kepercayaan bisa langsung turun.
Selain itu, untuk produk yang sudah memiliki izin edar, kelengkapan informasi juga berkaitan dengan standar yang berlaku. Artinya, label yang rapi dan lengkap bukan hanya membuat produk terlihat profesional, tetapi juga melindungi bisnis dalam jangka panjang.
Baca juga: Bingung Bikin Label Makanan? Ini Contoh Label Kemasan yang Terbukti Menarik Pembeli
Informasi Wajib yang Harus Ada di Label Kemasan Makanan
Berikut elemen penting yang secara umum perlu dicantumkan dalam label makanan agar produk terlihat kredibel dan informatif.
Baca juga: Modal Terbatas Bukan Masalah, Ini Cara Bikin Label Kemasan Tetap Kelihatan Profesional
1. Nama Produk yang Jelas
Nama produk harus menggambarkan isi sebenarnya. Hindari nama yang terlalu kreatif hingga membuat konsumen bingung. Jika produknya keripik singkong pedas, pastikan itu tertulis jelas.
Nama produk adalah informasi pertama yang dicari pembeli.
2. Daftar Komposisi atau Bahan
Komposisi wajib ditulis secara jujur dan runtut. Biasanya diurutkan dari bahan dengan jumlah terbanyak.
Bagian ini sangat penting bagi konsumen yang memiliki alergi atau preferensi makanan tertentu. Komposisi yang transparan menunjukkan produsen tidak menyembunyikan apa pun.
3. Berat Bersih atau Isi Bersih
Berat bersih (netto) memberi kepastian kuantitas produk. Informasi ini membantu konsumen membandingkan harga dan nilai produk dengan kompetitor.
Letakkan di posisi yang mudah terlihat dan gunakan ukuran font yang tetap terbaca.
4. Nama dan Alamat Produsen
Identitas produsen menunjukkan bahwa produk memiliki penanggung jawab yang jelas. Minimal, cantumkan nama usaha dan kota produksi.
Dari sudut pandang kepercayaan, informasi ini sangat berpengaruh. Produk tanpa identitas produsen sering kali dianggap kurang meyakinkan.
5. Tanggal Kedaluwarsa atau Masa Simpan
Untuk produk makanan, masa simpan adalah informasi krusial. Konsumen ingin tahu sampai kapan produk aman dikonsumsi.
Pastikan penempatan tanggal kedaluwarsa tidak tertutup desain atau sulit dibaca.
6. Nomor Izin Edar (Jika Sudah Ada)
Jika produk sudah memiliki izin seperti PIRT atau BPOM, sebaiknya dicantumkan. Ini menjadi nilai tambah besar karena menunjukkan produk sudah melalui proses perizinan.
Kesalahan yang Sering Terjadi pada Isi Label
Dalam praktiknya, ada beberapa kesalahan yang cukup sering ditemui:
Masalahnya bukan hanya soal ada atau tidaknya informasi, tapi juga soal keterbacaan. Informasi wajib tetap harus disusun dengan layout yang rapi agar mudah dipahami.
Cara Menyusun Informasi Agar Tetap Rapi dan Profesional
Banyak pelaku UMKM khawatir label akan terlihat penuh jika semua informasi dicantumkan. Padahal, dengan pengaturan layout yang tepat, label tetap bisa terlihat bersih dan menarik.
Pisahkan area branding dan area informasi teknis. Gunakan ukuran font yang proporsional dan pastikan kontras warna cukup agar tulisan mudah dibaca.
Di Unilabel, kami biasanya membantu klien membagi zona desain agar informasi tetap lengkap tanpa mengorbankan estetika. Dengan perencanaan sejak awal, desain tidak perlu dikorbankan hanya demi memasukkan informasi wajib.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Ini 7 Bahan Label Kemasan Makanan yang Aman dan Tahan Lama
Informasi Lengkap = Kepercayaan yang Lebih Kuat
Pada akhirnya, label kemasan adalah cerminan keseriusan brand. Produk dengan informasi lengkap akan terlihat lebih profesional dan lebih dipercaya.
Bagi UMKM yang ingin naik kelas, memperhatikan isi label bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Informasi yang jelas bukan hanya melindungi konsumen, tapi juga melindungi reputasi bisnis Anda sendiri.
Jadi sebelum fokus ke efek visual atau finishing, pastikan dulu seluruh informasi penting sudah tercantum dengan benar. Karena label yang informatif adalah fondasi dari brand yang bertumbuh.
Di Unilabel, kami siap membantu kamu dengan layanan lengkap mulai dari pembuatan custom label, digital printing, hingga kemasan produk berkualitas tinggi. Dengan teknologi terbaru dan bahan terbaik, hasil cetak kami tajam, tahan lama, dan siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Tidak perlu ragu, saatnya kamu tampil beda dari pesaing dengan kemasan dan label yang profesional dan menarik perhatian konsumen. Hubungi kami hari ini untuk mendapatkan penawaran terbaik, layanan cepat, dan konsultasi gratis
Kenali berbagai jenis label kemasan berdasarkan bahan, bentuk, dan finishing agar tidak salah pilih sebelum cetak.
Apa itu label kemasan? Pelajari pengertian, fungsi, jenis, dan peran penting label dalam penjualan produk.
Ini informasi wajib di label kemasan makanan sesuai aturan BPOM yang perlu diketahui pelaku UMKM.
Ini informasi wajib di label kemasan makanan sesuai aturan BPOM yang perlu diketahui pelaku UMKM.
Cara membuat label kemasan yang menarik dan rapi meski modal terbatas, cocok untuk UMKM pemula.