

Memilih bahan label kemasan sering dianggap sepele oleh pelaku usaha. Padahal, keputusan ini bisa berdampak besar pada tampilan produk, daya tahan kemasan, hingga persepsi kualitas di mata konsumen. Dalam banyak kasus, label justru menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah produk terlihat profesional dan meyakinkan, atau sekadar terlihat biasa saja.
Dua bahan label yang paling sering digunakan untuk produk makanan dan minuman adalah label kertas dan label vinyl. Keduanya sama-sama populer, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Jika salah memilih, bukan hanya tampilan yang terdampak, tapi juga pengalaman pelanggan terhadap brand kamu.
Artikel ini akan membantu kamu memahami perbedaan label kertas dan vinyl secara praktis, supaya kamu bisa memilih bahan yang paling sesuai dengan kebutuhan produk.
Baca Juga:
Bukan Sekadar Tempelan, Ini Jenis-Jenis Label Kemasan dan Fungsinya untuk Produk UMKM
Kenapa Pemilihan Bahan Label Tidak Bisa Asal?
Label bukan hanya soal desain visual. Bahan label menentukan bagaimana kemasan bertahan dalam kondisi nyata, mulai dari proses distribusi, penyimpanan, hingga saat produk berada di tangan konsumen.
Secara umum, bahan label mempengaruhi beberapa aspek penting berikut.
1. Ketahanan terhadap air, minyak, dan suhu
Produk makanan dan minuman sering terpapar kondisi yang tidak ramah untuk label, seperti embun kulkas, cipratan air, atau minyak dari produk itu sendiri. Bahan label yang tidak sesuai bisa cepat rusak, mengkerut, atau mengelupas, sehingga menurunkan kualitas tampilan produk.
2. Tampilan visual dan kesan brand
Bahan label juga berpengaruh pada kesan brand. Label kertas cenderung memberi nuansa natural dan handmade, sementara label vinyl sering memberikan kesan lebih modern, bersih, dan premium. Pilihan bahan yang tepat bisa membantu memperkuat positioning brand di pasar.
3. Biaya produksi dan daya tahan jangka panjang
Label yang lebih murah di awal belum tentu lebih hemat dalam jangka panjang jika mudah rusak dan harus sering diganti. Sebaliknya, bahan yang sedikit lebih mahal bisa menjadi investasi jika daya tahannya lebih tinggi dan menjaga tampilan produk tetap konsisten.
Baca Juga:
Jangan Salah Pilih! Ini 7 Bahan Label Kemasan Makanan yang Aman dan Tahan Lama
Karakteristik Label Kertas untuk Produk Makanan
Label kertas menjadi pilihan favorit banyak UMKM karena harganya lebih terjangkau dan fleksibel secara desain. Untuk produk makanan kering, label kertas sering kali sudah cukup untuk menampilkan informasi dengan jelas dan menarik.
Secara karakter, label kertas memiliki beberapa keunggulan utama.
1. Memberikan kesan natural dan artisan
Label kertas sering dipilih oleh brand yang ingin tampil hangat, handmade, atau tradisional. Cocok untuk produk seperti snack rumahan, kopi lokal, bakery, atau produk UMKM dengan storytelling kuat.
2. Biaya produksi lebih ekonomis
Dibandingkan vinyl, label kertas umumnya lebih ramah di budget, terutama untuk produksi dalam jumlah besar. Ini menjadikannya pilihan menarik bagi bisnis yang ingin menekan biaya awal.
3. Kualitas cetak tetap tajam untuk produk kering
Untuk produk yang tidak terpapar air atau minyak, hasil cetak pada label kertas tetap terlihat bagus dan profesional.
Namun, label kertas juga memiliki keterbatasan yang perlu dipertimbangkan.
4. Kurang tahan air dan lembap
Jika produk sering terkena uap, embun, atau cairan, label kertas berisiko mengkerut, sobek, atau kehilangan kualitas visual.
5. Tidak ideal untuk produk dingin atau basah
Produk yang disimpan di kulkas, freezer, atau memiliki permukaan basah kurang cocok menggunakan label kertas karena daya tahannya terbatas.
Baca Juga:
Produk Sudah Enak tapi Tak Laku? Bisa Jadi Ini 9 Kesalahan Desain Label Kemasan
Karakteristik Label Vinyl untuk Produk Makanan dan Minuman
Berbeda dengan label kertas, label vinyl dibuat dari bahan sintetis yang lebih kuat dan fleksibel. Keunggulan utamanya terletak pada daya tahan dalam berbagai kondisi.
Berikut beberapa alasan mengapa label vinyl banyak dipilih oleh brand makanan dan minuman.
1. Lebih tahan air, minyak, dan kelembapan
Label vinyl dirancang untuk bertahan dalam kondisi yang lebih ekstrem. Cocok untuk produk minuman botol, saus, sambal, atau makanan yang berpotensi terkena cairan.
2. Tidak mudah sobek dan lebih awet
Dibandingkan label kertas, vinyl jauh lebih tahan terhadap gesekan dan penggunaan jangka panjang. Ini membantu menjaga tampilan produk tetap rapi selama proses distribusi dan penyimpanan.
3. Ideal untuk produk kulkas dan frozen
Produk yang disimpan dalam suhu dingin membutuhkan bahan label yang tidak mudah rusak akibat embun atau perubahan suhu. Vinyl menjadi pilihan yang jauh lebih aman untuk kebutuhan ini.
4. Memberikan kesan lebih premium dan profesional
Dari sisi visual, label vinyl sering memberikan hasil cetak yang lebih tajam dan terlihat lebih modern. Ini membantu brand tampil lebih higienis, terpercaya, dan premium di mata konsumen.
Satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah harga vinyl yang biasanya lebih tinggi, namun sering kali sebanding dengan daya tahan dan citra brand yang diperoleh.
Mana yang Lebih Tepat untuk Produk Makanan?
Untuk produk makanan, pilihan bahan label sebaiknya disesuaikan dengan jenis produk dan cara penyimpanannya.
1. Produk makanan kering
Untuk snack, biskuit, kopi bubuk, atau produk kering lainnya, label kertas biasanya sudah cukup memadai, terutama jika kamu ingin menjaga biaya produksi tetap efisien dan mempertahankan kesan natural.
2. Produk makanan basah atau berminyak
Untuk makanan yang berminyak atau berpotensi terkena cairan, label vinyl lebih direkomendasikan karena lebih tahan lama dan tidak mudah rusak.
3. Produk dengan distribusi intens
Jika produk kamu melewati banyak tahap distribusi dan sering disentuh konsumen, vinyl bisa membantu menjaga tampilan kemasan tetap rapi dan profesional.
Mana yang Lebih Cocok untuk Produk Minuman?
Untuk produk minuman, label vinyl hampir selalu menjadi pilihan yang lebih unggul.
1. Botol minuman dingin dan berembun
Minuman yang disimpan di kulkas sering menghasilkan embun di permukaan botol. Label vinyl lebih mampu bertahan dibanding label kertas yang mudah rusak dalam kondisi seperti ini.
2. Produk yang sering terkena air
Produk minuman sering terpapar air selama distribusi, penyimpanan, atau penggunaan. Vinyl membantu memastikan label tetap utuh dan terbaca dengan baik.
3. Menjaga tampilan brand tetap rapi dan konsisten
Dengan vinyl, tampilan label lebih stabil dalam jangka panjang, sehingga brand terlihat lebih profesional dan terpercaya di mata konsumen.
Memilih Bahan Label sebagai Bagian dari Strategi Brand
Pemilihan bahan label sebaiknya tidak hanya dilihat dari sisi harga, tetapi juga sebagai bagian dari strategi brand.
1. Label kertas untuk citra natural dan ekonomis
Jika brand kamu ingin tampil hangat, artisan, dan ramah di harga, label kertas bisa menjadi pilihan yang tepat.
2. Label vinyl untuk citra modern dan premium
Jika kamu ingin brand terlihat lebih modern, higienis, dan profesional, vinyl cenderung lebih mendukung positioning tersebut.
3. Kesesuaian dengan target pasar dan jenis produk
Bahan label yang tepat adalah yang selaras dengan kebutuhan produk, karakter target pasar, dan arah brand jangka panjang.
Kesimpulan: Tidak Ada yang Paling Benar, yang Ada Paling Sesuai
Label kertas dan label vinyl sama-sama memiliki keunggulan. Label kertas cocok untuk produk kering dengan nuansa natural dan biaya yang lebih hemat. Label vinyl lebih unggul untuk produk minuman, makanan basah, atau produk yang membutuhkan daya tahan tinggi.
Kunci utamanya bukan mencari bahan yang paling murah atau paling mahal, melainkan memilih bahan yang paling sesuai dengan kebutuhan produk, kondisi distribusi, dan strategi brand.
Jika kamu ingin label kemasan yang tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga tahan lama dan relevan dengan karakter produk, Unilabel siap membantu merekomendasikan bahan terbaik sesuai kebutuhan bisnismu.
Di Unilabel, kami siap membantu kamu dengan layanan lengkap mulai dari pembuatan custom label, digital printing, hingga kemasan produk berkualitas tinggi. Dengan teknologi terbaru dan bahan terbaik, hasil cetak kami tajam, tahan lama, dan siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Tidak perlu ragu, saatnya kamu tampil beda dari pesaing dengan kemasan dan label yang profesional dan menarik perhatian konsumen. Hubungi kami hari ini untuk mendapatkan penawaran terbaik, layanan cepat, dan konsultasi gratis
Ukuran label kemasan tak boleh asal. Berikut panduan ukuran label kemasan standar untuk produk agar tampil rapi.
Masih bingung pilih label kertas atau vinyl? Artikel ini membahas perbedaan, kelebihan, dan rekomendasi label kemasan
Banyak produk gagal menarik perhatian karena desain label yang keliru. Ini 9 kesalahan desain label kemasan untuk UMKM
Salah pilih bahan label bisa bikin kemasan rusak. Simak 7 bahan label kemasan makanan yang aman, kuat untuk UMKM.
Label kemasan bukan cuma soal desain. Kenali jenis-jenis label kemasan dan fungsinya agar produk UMKM