

Bayangkan ini: rasa produk kamu enak, bahan berkualitas, bahkan sudah dapat repeat order dari orang terdekat. Tapi begitu masuk ke rak toko atau marketplace, penjualannya jalan di tempat.
Kalau sudah begini, sering kali masalahnya bukan di produk tapi di label kemasan.
Di dunia UMKM, label adalah “sales pertama” yang berbicara ke calon pembeli. Dalam hitungan detik, label menentukan apakah produk kamu dilirik, dipegang, lalu dibeli… atau malah di-skip. Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang tanpa sadar melakukan kesalahan desain label yang kelihatannya sepele, tapi dampaknya besar ke penjualan.
Nah, supaya kamu tidak jatuh di lubang yang sama, berikut 9 kesalahan desain label kemasan yang paling sering bikin produk sulit laku plus solusinya.
Baca Juga:
Apa Itu Label Makanan? Ini Fungsi dan Informasi Penting di Dalamnya
9 Kesalahan Desain Label Makanan yang Perlu Kamu Ketahui
1. Desain Terlalu Ramai dan Membingungkan
Banyak UMKM ingin “menjelaskan semuanya” di satu label: logo besar, foto produk, klaim panjang, banyak warna, dan font yang berbeda-beda.
Hasilnya? Label jadi ramai dan sulit dibaca.
Padahal, konsumen biasanya hanya melihat label 2–3 detik pertama.
Solusi:
Fokus pada informasi utama:
Sisanya bisa ditempatkan dengan hierarki visual yang jelas.
2. Tulisan Terlalu Kecil
Tulisan kecil sering terjadi karena ukuran label tidak disesuaikan dengan kemasan. Dari jauh, produk memang terlihat “rapi”, tapi saat dipegang, informasinya sulit dibaca.
Ini berbahaya, apalagi untuk produk makanan dan minuman.
Solusi:
Pastikan ukuran font masih nyaman dibaca dalam jarak normal.
Label yang informatif tapi tidak terbaca = gagal fungsi.
Baca Juga:
Label Kemasan Bisa Pengaruhi Penjualan, Kok Bisa?
3. Warna Tidak Kontras
Tulisan gelap di background gelap, atau warna cerah bertabrakan satu sama lain, membuat label terlihat kurang profesional.
Selain itu, warna juga mempengaruhi persepsi:
Solusi:
Gunakan kombinasi warna yang kontras dan konsisten dengan identitas brand.
4. Salah Pilih Bahan Label
Desain sudah bagus, tapi setelah kena air, minyak, atau disimpan di kulkas, label mengelupas atau tintanya luntur. Ini sering terjadi karena salah memilih bahan label.
Solusi:
Sesuaikan bahan label dengan kondisi produk:
5. Informasi Penting Tidak Lengkap
Tidak mencantumkan komposisi, tanggal kedaluwarsa, atau identitas produsen bisa membuat konsumen ragu — bahkan berisiko melanggar aturan.
Label yang tidak informatif menurunkan kepercayaan.
Solusi:
Pastikan informasi wajib selalu ada dan mudah ditemukan di label.
Baca Juga:
10 Contoh Stiker Makanan untuk Branding, Kemasan Jadi Lebih Menjual
6. Tidak Ada Diferensiasi dari Kompetitor
Kalau semua produk di rak terlihat mirip, konsumen tidak punya alasan memilih produk kamu.
Label yang “ikut-ikutan” membuat brand sulit menonjol.
Solusi:
Cari ciri khas visual:
7. Logo Kurang Jelas atau Tidak Terlihat
Logo terlalu kecil, tertutup desain lain, atau warnanya menyatu dengan background. Akibatnya, brand tidak menempel di ingatan konsumen.
Solusi:
Pastikan logo terlihat jelas tanpa harus mendominasi seluruh label.
Baca Juga:
Label Produk Kamu Kurang Terlihat Menarik? Ini Tips dan Triknya!
8. Tidak Konsisten Antar Varian
Setiap varian beda warna, beda font, bahkan beda layout. Bukannya terlihat kreatif, justru terlihat seperti brand yang berbeda-beda.
Solusi:
Gunakan satu template desain, lalu bedakan varian lewat warna atau ikon kecil.
9. Mengabaikan Kesan Profesional
Label yang terlihat “asal jadi” membuat konsumen meragukan kualitas produk di dalamnya.
Ingat, kemasan adalah janji visual sebelum produk dicoba.
Solusi:
Gunakan desain rapi, bahan label berkualitas, dan hasil cetak yang tajam.
Baca Juga:
Masih Pakai Label Lama? Ini Tanda Kamu Harus Upgrade Sekarang!
Kesimpulan: Label Bukan Sekadar Pelengkap
Produk boleh enak, tapi label yang tepat membuat produk lebih dipercaya dan lebih mudah terjual. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, peluang produk kamu untuk bersaing di rak toko dan marketplace akan jauh lebih besar.
Karena itu, pemilihan partner percetakan label tidak bisa dilakukan sembarangan. Label bukan hanya soal desain, tapi juga menyangkut kualitas bahan, ketajaman cetak, dan daya tahannya saat produk didistribusikan hingga sampai ke tangan konsumen.
Di sinilah peran penyedia label profesional menjadi krusial agar produk tampil konsisten, aman, dan sesuai standar pasar.
Di Unilabel, kami siap membantu kamu dengan layanan lengkap mulai dari pembuatan custom label, digital printing, hingga kemasan produk berkualitas tinggi. Dengan teknologi terbaru dan bahan terbaik, hasil cetak kami tajam, tahan lama, dan siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Tidak perlu ragu, saatnya kamu tampil beda dari pesaing dengan kemasan dan label yang profesional dan menarik perhatian konsumen. Hubungi kami hari ini untuk mendapatkan penawaran terbaik, layanan cepat, dan konsultasi gratis
Ukuran label kemasan tak boleh asal. Berikut panduan ukuran label kemasan standar untuk produk agar tampil rapi.
Masih bingung pilih label kertas atau vinyl? Artikel ini membahas perbedaan, kelebihan, dan rekomendasi label kemasan
Banyak produk gagal menarik perhatian karena desain label yang keliru. Ini 9 kesalahan desain label kemasan untuk UMKM
Salah pilih bahan label bisa bikin kemasan rusak. Simak 7 bahan label kemasan makanan yang aman, kuat untuk UMKM.
Label kemasan bukan cuma soal desain. Kenali jenis-jenis label kemasan dan fungsinya agar produk UMKM