

Dalam dunia branding produk, label bukan sekadar tempelan. Label adalah identitas, media informasi, sekaligus alat pemasaran yang bisa mempengaruhi keputusan beli konsumen. Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang menganggap ukuran label sebagai hal sepele asal muat logo dan tulisan, dianggap cukup.
Padahal, ukuran label kemasan yang tepat bisa membuat produk terlihat lebih profesional, mudah dibaca, dan jauh lebih menarik di rak toko maupun marketplace.
Artikel ini akan membahas panduan ukuran label kemasan standar untuk produk makanan, minuman, dan kosmetik, sekaligus tips menyesuaikannya agar tampil optimal.
Baca Juga: Jenis-Jenis Label Kemasan dan Fungsinya untuk Produk UMKM
Kenapa Ukuran Label Kemasan Tidak Boleh Asal
Ukuran label sangat mempengaruhi persepsi kualitas produk. Label yang terlalu kecil bisa membuat informasi sulit dibaca dan terkesan “murahan”. Sebaliknya, label yang terlalu besar bisa membuat desain terlihat penuh, sesak, dan tidak proporsional dengan bentuk kemasan.
Selain aspek visual, ukuran label juga berkaitan dengan fungsi penting lainnya, seperti:
Dengan ukuran yang tepat, label tidak hanya mempercantik produk, tapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand.
Ukuran Label Kemasan Standar untuk Produk Makanan
Untuk produk makanan, ukuran label harus menyeimbangkan antara estetika dan kelengkapan informasi.
Produk makanan umumnya membutuhkan ruang untuk menampilkan merek, komposisi, informasi gizi, hingga legalitas seperti PIRT atau BPOM.
1. Makanan Kemasan Kecil (Snack, Permen, Bumbu Sachet)
Untuk kemasan kecil seperti snack mini atau bumbu sachet, ukuran label biasanya berkisar antara:
Ukuran ini cukup untuk menampilkan logo, nama produk, dan informasi utama tanpa membuat desain terlalu padat.
2. Makanan Kemasan Sedang (Roti, Frozen Food, Sambal Botol)
Produk makanan dengan ukuran kemasan sedang biasanya menggunakan label:
Ukuran ini ideal untuk menampilkan visual produk, branding, dan informasi detail dengan tata letak yang lebih lega.
3. Makanan Kemasan Besar (Catering Pack, Family Pack)
Untuk kemasan besar, label dapat berukuran:
Label yang lebih besar memberi ruang untuk storytelling brand, foto produk, dan informasi yang lebih lengkap tanpa terlihat sempit.
Baca Juga: Produk Sudah Enak tapi Tak Laku? Bisa Jadi Ini 9 Kesalahan Desain Label Kemasan
Ukuran Label Kemasan Standar untuk Produk Minuman
Produk minuman memiliki karakteristik unik karena mengikuti bentuk botol atau cup. Label tidak hanya harus proporsional, tapi juga menyesuaikan dengan lengkungan kemasan.
1. Botol Minuman Kecil (250–330 ml)
Ukuran label yang umum digunakan:
Label harus cukup besar untuk terlihat jelas, namun tidak menutupi keseluruhan badan botol.
2. Botol Minuman Sedang (500–600 ml)
Untuk ukuran ini, label biasanya:
Ini memberikan ruang ideal untuk logo, tagline, varian rasa, dan informasi produk.
3. Botol Minuman Besar (1 Liter ke Atas)
Untuk kemasan besar, label bisa berukuran:
Ukuran ini memungkinkan desain lebih ekspresif dan brand tampil lebih dominan di rak.
Ukuran Label Kemasan Standar untuk Produk Kosmetik
Label kosmetik cenderung lebih detail karena memuat banyak informasi penting seperti cara penggunaan, komposisi bahan, nomor BPOM, hingga klaim produk.
1. Kosmetik Kemasan Kecil (Lip Balm, Serum Mini, Essential Oil)
Label kecil biasanya berkisar:
Desain perlu ringkas, fokus pada brand dan informasi inti.
2. Kosmetik Kemasan Sedang (Skincare Bottle, Body Lotion)
Untuk ukuran ini, label umum digunakan:
Ukuran ini cukup fleksibel untuk memuat informasi legal dan branding secara seimbang.
3. Kosmetik Kemasan Besar (Hair Care, Body Care Family Size)
Label dapat berukuran:
Memberi ruang lebih luas untuk storytelling brand, benefit produk, dan visual premium.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Ini 7 Bahan Label Kemasan Makanan yang Aman dan Tahan Lama
Tips Menyesuaikan Ukuran Label dengan Desain Produk
Menentukan ukuran label yang ideal bukan hanya soal ukuran fisik, tapi juga tentang bagaimana label tersebut menyatu dengan desain produk secara keseluruhan. Berikut beberapa panduan penting agar ukuran label terlihat proporsional, profesional, dan mendukung branding.
1. Sesuaikan Ukuran Label dengan Bentuk dan Proporsi Kemasan
Setiap kemasan memiliki karakter berbeda—botol ramping, pouch fleksibel, jar lebar, atau box kotak. Ukuran label harus mengikuti bentuk ini agar tidak terlihat terlalu penuh atau justru tenggelam.
Label yang terlalu besar pada kemasan kecil bisa terlihat berlebihan, sedangkan label terlalu kecil pada kemasan besar bisa membuat brand kurang menonjol. Idealnya, label menutup area visual utama tanpa mengganggu struktur desain kemasan.
2. Pastikan Informasi Produk Tetap Mudah Dibaca
Ukuran label harus mempertimbangkan keterbacaan teks, terutama untuk informasi penting seperti komposisi, tanggal kedaluwarsa, nomor BPOM, atau cara penggunaan.
Jika label terlalu kecil, teks akan terpaksa diperkecil dan sulit dibaca. Sebaliknya, label yang cukup luas memberi ruang untuk mengatur hierarki informasi dengan rapi—judul produk jelas, benefit mudah terlihat, dan detail tetap nyaman dibaca.
3. Sesuaikan dengan Gaya Branding dan Positioning Produk
Brand dengan positioning premium biasanya menggunakan label dengan desain minimalis dan ruang kosong (white space) yang cukup untuk menciptakan kesan elegan dan eksklusif. Dalam kasus ini, ukuran label tidak harus besar, tetapi harus terasa “lega” dan tidak padat.
Sebaliknya, brand yang menyasar pasar mass-market atau UMKM sering memilih label dengan ukuran lebih besar dan visual lebih ramai untuk menarik perhatian di rak toko. Ukuran label harus mendukung karakter brand, bukan malah bertentangan dengannya.
4. Perhatikan Ruang untuk Desain Visual dan Elemen Branding
Label bukan hanya tempat menaruh teks, tapi juga ruang untuk menampilkan visual produk, warna brand, logo, dan elemen grafis lainnya. Ukuran label yang ideal memberi ruang cukup untuk desain bernapas tanpa terlihat sempit.
Jika desain produk mengandalkan visual yang kuat—seperti foto makanan, ilustrasi, atau pattern khas maka ukuran label perlu disesuaikan agar visual tetap terlihat jelas dan tidak terpotong.
5. Pertimbangkan Efisiensi Produksi dan Biaya Cetak
Ukuran label juga berdampak langsung pada biaya produksi. Label yang terlalu besar bisa meningkatkan konsumsi bahan dan biaya cetak, terutama jika diproduksi dalam jumlah besar.
Menentukan ukuran yang efisien namun tetap optimal secara visual dapat membantu brand menghemat biaya tanpa mengorbankan kualitas tampilan produk.
6. Lakukan Mockup dan Uji Visual Sebelum Produksi Massal
Sebelum mencetak dalam jumlah besar, selalu buat mockup label pada kemasan asli. Dengan begitu, kamu bisa melihat secara nyata apakah ukuran label sudah proporsional, mudah dibaca, dan terlihat menarik di rak.
Uji visual ini juga membantu menghindari kesalahan produksi yang bisa merugikan dari sisi biaya dan branding.
Baca Juga: Label Kertas vs Vinyl, Mana yang Lebih Cocok untuk Produk Makanan dan Minuman?
Penutup: Ukuran Label yang Tepat Bisa Meningkatkan Nilai Produk
Ukuran label kemasan bukan hanya soal estetika, tapi juga soal strategi. Label yang proporsional dapat meningkatkan daya tarik visual, memperkuat branding, serta membantu produk tampil lebih profesional di mata konsumen.
Di Unilabel, kami siap membantu kamu dengan layanan lengkap mulai dari pembuatan custom label, digital printing, hingga kemasan produk berkualitas tinggi. Dengan teknologi terbaru dan bahan terbaik, hasil cetak kami tajam, tahan lama, dan siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Tidak perlu ragu, saatnya kamu tampil beda dari pesaing dengan kemasan dan label yang profesional dan menarik perhatian konsumen. Hubungi kami hari ini untuk mendapatkan penawaran terbaik, layanan cepat, dan konsultasi gratis
Ukuran label kemasan tak boleh asal. Berikut panduan ukuran label kemasan standar untuk produk agar tampil rapi.
Masih bingung pilih label kertas atau vinyl? Artikel ini membahas perbedaan, kelebihan, dan rekomendasi label kemasan
Banyak produk gagal menarik perhatian karena desain label yang keliru. Ini 9 kesalahan desain label kemasan untuk UMKM
Salah pilih bahan label bisa bikin kemasan rusak. Simak 7 bahan label kemasan makanan yang aman, kuat untuk UMKM.
Label kemasan bukan cuma soal desain. Kenali jenis-jenis label kemasan dan fungsinya agar produk UMKM